DAFTAR PENGADUAN DAN TINDAK LANJUT

 No  Paket Pengaduan Tindak Lanjut
1. 21 Pada tanggal 30 Januari 2018, Yudha (MTI Sumbar) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Beberapa permasalahan dalam proyek WINRIP Paket 21 Lubuk Alung - Kuraitaji.

Pengaduan:
Yth. Bapak DirPreservasi dan Bapak DirPJJ, mohon info ttg hal terlampir yang disampaikan oleh Bapak Menteri. Tks dan salam 

ADA MASALAH DALAM PROYEK WINRIP PELEBARAN JALAN NASIONAL KURAI TAJI - LUBUK ALUNG RP.138 MILIAR DI BALAI PADANG

publik kembali dikejutkan dugaan kkn dalam proyek pelebaran jalan nasional kurai taji-lubuk alung dibalai jalan padang menggunakan dana WINRIP RP.138 miliar.

proyek MYC (2016-2017) itu harusnya PHO di desember 2017. namun fisik diakhir 2017 lebih kurang baru 50%, sehingga kontrak diperpanjang.

bukan cuma itu, fisik yang sudah dikerjakan pun mulai menurun (tanda-tanda rusak). bagaiamana rupa proyek oleh pt multi structure itu saat nanti FHO? bayangkan saja oleh kementerian pupera sendiri.

persoalan lain adalah ganti rugi warga terimbas menggunakan APBN pun diduga tidak sesuai fakta lapangan.

tapi kembali pada pejabat kementerian pupera, mau tutup mata tutup telinga atau menyelamatkan hutang negara yang dibebankan kepada rakyat?

terima kasih. #Yudha_MTISumbar


2. 16 Pada tanggal 19 Desember 2017, Rismaidi (www.portalbengkulu.com) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Ketidakberesan dalam pelaksanaan Paket 16 Seblat – Ipuh.

Pengaduan:
SCW Sebut, Pembangunan Jalinbar BU-Mukomuko Senilai 160 M ini Jadi Ladang Korupsi

PORTAL MUKOMUKO - Pembangunan Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbar) dari Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara hingga ke Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko disebut oleh Ketua SCW Purwasih Ahmad Nur SPd berpeluang dijadikan ladang korupsi.

Dari hasil pantauan pihaknya, Purwasih menilai pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Yasa Patria Perkasa senilai Rp 160 Milyar tersebut selain tampak kasar juga terdapat sejumlah kejanggalan yang berakibat kepada rendahnya kualitas pekerjaan pembangunan jalan nasional itu.

"Dapat dilihat dari komposisi material lapisan pondasi atas (LPA) berupa Base Coarse yang dipasang menurut kita jauh dari standar kualitas termasuk pencampurannya dengan tanah merah. Kemudian sepertinya sebelum diblending material tidak melalui penyaringan," beber Purwasih, Selasa.

Menurut dia, standarisasi base coarse atau kerap disebut base A atau base B sudah ada ketentuannya termasuk material berupa abu batu dan pasir serta material lainnya perlu mengacu kepada petunjuk yang sudah ditentukan, bila tidak tentu kualitas pekerjaan akan sangat diragukan.

"Bukan hanya pada pekerjaan jalan, drainasenya juga kita temukan kejanggalan sebab sebelum serah terima telah terjadi sejumlah kerusakan, menurut kita itu disebabkan oleh pengerjaan betonnya yang tidak standar," imbuh dia.

Semetara itu, selaku pemasok material base coarse, Stoone Clusser dan APM PT Yasa Patria Perkasa di desa Sebelat kecamatan Putrin Hijau Kabupaten Bengkulu Utara belum diperoleh penjelasannya. Saat awak media ini tiba di lokasi sekitar pukul 17:04 WIB tidak berhasil menemui pimpinannya.

Bahkan menurut pengakuanscurity perusahaan tersebut, pimpinannya melarang wartawan untuk mengambil foto dan lokasi base camp yang ia jaga.

"Kami hanya menjalankan perintah dari bos kami. Kalau ada wartawan yang mau ngambil foto tidak diperbolehkan," tukas security.

Sumber: http://www.portalbengkulu.com/2017/12/scw-sebut-pembangunan-jalinbar-bu.html


3. 12 Pada tanggal 20 Agustus 2017, Buyung Fajri (Jejak Media Group) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Kontraktor melakukan pengaspalan pada malam hari dan saat hujan turun.

Pengaduan:
Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Syaiful Ardi, dari Fraksi Hanura Dapil Pessel, Mentawai keluhkan pekerjaan Kontraktor Pelaksana Jalan Nasional Ruas Kambang - Inderapura karena kedapatan Pelaksana melakukan pengaspalan saat hujan turun, yang ditulis pada laman media sosial Facebook milik akunnya. sesuai dengan screnshoot di bawah ini.
dinilai Satker, PPK, dan Konsultan tutup mata terkait perihal ini.


Lampiran:

4. 20 Pada tanggal 06 April 2017, sumbar.auditpos.com (Media Online) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Struktur drainase tidak sesuai spesifikasi dan Retaining Wall berkualitas buruk.

Pengaduan:
Pekerjaan Winrip Paket 20 (PPK 10) ruas jalan Lubuk Alung – Sicincin kondisinya kini sangat memiriskan. Buktinya, pekerjaan yang mempunyai waktu selama 487 hari kalender ini, kini sedang melaksanakan pekerjaan saluran dengan sistim saluran beton precast. Ironisnya, pemasangan pembesian precast yang dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya ini terkesan asal jadi. Hal tersebut terlihat dari besi yang digunakan dengan menggunakan tiga jenis ukuran besi yakni 12 mm, 10 mm dan 8 mm. Tapi, ketika diukur dengan menggunakan jangka sorong (sighmat) semua pembesian kurang 1 mm. Artinya, pembesian yang digunakan oleh perusahaan β€œplat merah” tersebut merupakan besi banci yang ukurannya tidak pas. Sementara di spesifikasi teknis dan gambar kerja tentunya yang diminta millimeter bukan ukuran.

Lampiran:

Dan pada tanggal 11 April 2017, pengaduan ini sudah ditindaklanjuti oleh PT Nindya Karya (BUMN).

Berita Acara:
Dengan Hormat,
Menindaklanjuti surat Nomor 02/Co-TL/DSC/APR/2017 tanggal 7 April 2017 perihal tindak lanjut berita harian Sumbar (http://sumbar.auditpos.com), bersama ini kami sampaikan klarifikasi berita tersebut seperti terlampir.


Download: 2017041810440021ltl.pdf
5. 02 Pada tanggal 14 Mei 2016, Buyung Fajri (Jejak Media Group) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Pekerjaan oprit dan pasangan batu di Jembatan Air Gadang tidak sempurna.

Pengaduan:
Pekerjaan oprit jembatan serta pasangan batu di jembatan Air Gadang oleh PT Jaya Konstruksi MP. TBK hari Sabtu, 14 Mei 2016:
  • Sejumlah Pekerjaan Masih di perbaiki bahkan terlihat tidak sempurna (foto 1-2)
  • Pasangan batu terlihat  adukan semen bercampur dengan  tanah (1-2)
  • Pasangan batu setinggi lebih kurang 13 meter dipoles kembali agar terlihat merekat (3.4.5)
  • Tampak sejumlah pekerja sedang melakukan perbaikan dilokasi oprit jembatan (6.7.8.9)
  • Timbunan oprit belum sempurna ( 7.8.10)
  • Pasangan pembatas jembatan sudah retak (foto 12)


Lampiran:

Dan pada tanggal 16 Mei 2016, pengaduan ini sudah ditindaklanjuti oleh PMU, PPK 09, PPK 10 (PMU, PPK 09, PPK 10).

Berita Acara:
PMU sebagai pengelola semua paket WINRIP sudah berkoordinasi dengan PPK 09 dan PPK 10 agar memerintahkan sub-kontraktor agar segera memperbaiki konstruksi pasangan batu di jembatan Air Gadang sesuai dengan spesifikasi yang disepakati dalam kontrak.


6. 02, 03 Pada tanggal 11 Mei 2016, Buyung Fajri (Jejak Media Group) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan Paket 02 dan 03.

Pengaduan:
Audit pekerjaan PT. Jaya Konstruksi MP.TBK Adendum sampai tanggal 19 April 2016, tapi kenapa pekerjaan masih berlangsung hingga tanggal 23 April 2016.


Lampiran:

Dan pada tanggal 16 Mei 2016, pengaduan ini sudah ditindaklanjuti oleh PMU, PPK 09, PPK 10 (PMU, PPK 09, PPK 10).

Berita Acara:
PMU sebagai pengelola semua paket WINRIP sudah berkoordinasi dengan PPK 09 dan PPK 10 agar memerintahkan kontraktor PT. Jaya Konstruksi untuk segera menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktu yang sudah disepakati.


7. 04 Pada tanggal 11 April 2016, Haridianto. SH (Camat Pondok Suguh) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Permintaan untuk pasang tambahan box culvert di Desa Pondok Kandang dan Desa Pondok Suguh.

Pengaduan:
Dengan ini kami sampaikan kepada Bapak agar Pembangunan Fisik di wilayah Kecamatan Pondok Suguh yang berkaitan dengan pelebaran jalan Nasional lebih berkualitas dan lebih bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Maka dibutuhkan penambahan 1 unit gorong-gorong menjadi 2 unit di perbatasan Desa Pondok Kandang dan Desa Pondok Suguh serta ditambah kedalaman pemasangannya agar air rawa yang tergenang dapat mengalir maksimal dan kering.

Mengingat bahwa Desa Pondok Kandang dan Desa Karya Mulya adalah ibu kota Kecamatan Pondok Suguh maka pembangunan siring di kanan dan kiri jalan Nasional sangat diperlukan agar Drainase dan Sanitasi lingkungan masyarakat sehat. Demikian juga dengan desa Lubuk Bento dan Air Berau.


Lampiran:

Dan pada tanggal 16 April 2016, pengaduan ini sudah ditindaklanjuti oleh Ir. Sunariyadi (PT. Yodya Karya (Persero)).

Berita Acara:
Menunjuk surat Camat Pondok Suguh No: 602.52/56/K.05/IV/2016, dengan ini Kami beritahukan bahwa pada dasarnya pekerjaan gorong-gorong di STA 28+900 itu tidak ada di dalam Design Perencanaan, karena permintaan warga dan kalau tidak dilaksanakan alat berat Kontraktor tidak boleh dipindahkan. Bapak Camat beserta LSM dan Perangkatnya meminta ditambah 1 gorong-gorong lagi, terpaksa kami harus buat lagi di sebelahnya.

Download: 2016042611370009ltl.pdf
8. 04, 06, 19 Pada tanggal 02 Februari 2016, Riki Susanto (Konsorsium Nasional LSM Provinsi Bengkulu) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Tidak mendapat informasi dokumen kontrak Paket 04, 06, 19.

Pengaduan:
Yth. Admin WINRIP

Bahwa saya an. Riki Susanto dan Edy Novriansyah pernah mengajukan permohonan informasi publik melalui surat Nomor : 06/Khusus/XII/2015 tanggal 11 Desember 2015  tentang permohonan informasi terkait dengan dokumen-dokumen proyek WINRIP di Provinsi Bengkulu. 

namun berdasarkan tanggapan Satker PJN Wilayah I Provinsi Bengkulu Nomor : UM.01.03/Satker/PJN-Wil.I/05 tanggal 04 Januari 2016 yang pada intinya tidak dapat memnuhi permohonan informasi yang kami ajukan terutama terkait dengan dokumen kontrak/Surat Perjanjian Kerja antara pengelolah WINRIP Provinsi Bengkulu dengan pihak kontraktor pelaksana. 

Saya atas nama masyarkat yang konsen terhadap perkembangan infrastruktur di Provinsi Bengkulu sangat menyayangkan atas tidak dipenuhinya permohonan informasi yang kami ajukan. Dokumen tersebut sangat bermanfaat dalam mengoptimalkan peran serta masyarkat dalam pembangunan.

Demikian saran dan masukan ini saya sampaikan sebagai bentuk partisipasi publik dalam pengelolaan negara. Besar harapan saya proyek WINRIP di Provinsi Bengkulu dapat berjalan sukses. 

Hormat saya, 


RIKI SUSANTO


9. 12 Pada tanggal 15 Januari 2016, Syafridong, ST (PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. JO PT. Yasa Patria P) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Sanggahan hasil evaluasi lelang yang tidak sesuai peraturan yang berlaku.

Pengaduan:
Berdasarkan Evaluasi dan Pengumuman pemenang Paket 12 (Kambang - Indrapura) PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT. Yasa Patria Perkasa, JO dinyatakan Gugur dalam Evaluasi Kualifikasi, maka bersama ini kami sampaikan Sanggahan sebagai berikut :
  1. Dalam surat kami sebelumnya Nomor : ADHI-YASA/09/X/2015 tanggal 23 Oktober 2015 perihal Jawaban Klarifikasi dan Konfirmasi Penawaran Paket 12 (Kambang - Indrapura), berdasarkan Dokumen Tender Section III, point 4. Experience pasal 4.2 (b) Specific Construction & Contract Management Experience, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT. Yasa Patria Perkasa, JO telah menyampaikan kembali data-data yang sudah tertuang dalam Dokumen Penawaran kami berdasarkan Requirement/persyaratan yang diminta dalam Dokumen Tender.

  2. Dalam hal persyaratan kuallifikasi yang tertuang dalam Dokumen Tender Section III, point 4. Experience pasal 4.2 (b) Specific Construction & Contract Management Experience, yaitu persyaratan pengalaman minimum produksi aggregate base 13.350 m3/bulan, yang memenuhi persyaratan khususnya aggregate base adalah pengalaman PT. Yasa Patria Perkasa pada proyek Jalan Tol Cikampek – Palimanan (Section 4B) yaitu MC No. 09 (10 Maret 2015) dan MC No. 10 (25 Maret 2015) dengan Pengalaman Produksi adalah 18.462,1 m3/bulan. (Copy kontrak, Monthly Certificate – MC dan Berita Acara PHO terlampir).
Demikian Surat Sanggahan ini kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. - PT. Yasa Patria Perkasa, JO


Dan pada tanggal 21 Januari 2016, pengaduan ini sudah ditindaklanjuti oleh Nanda Andreina, ST (Satker PJN Wilayah II).

Berita Acara:
Menindaklanjuti surat Representative JO PT. Adhi Karya (Persero) Tbk - PT. Yasa Patria Perkasa JO Nomor: ADHI-YASA/11/I/2016 tanggal 4 Januari 2016 perihal Surat Sanggahan Paket 12 (Kambang - Indrapura) bersama ini kami sampaikan jawaban sebagai berikut:
  1. Memperhatikan surat PT. Adhi Karya (Persero) Tbk - PT. Yasa Patria Perkasa JO Nomor: ADHI-YASA/11/I/2016 tanggal 4 Januari 2016 perihal Surat Sanggahan Paket 12 (Kambang - Indrapura), maka perlu diketahui bahwa:
    a. Surat tersebut disampaikan oleh Sdr. Afendi Heru P. kepada POKJA pada tanggal 13 Januari 2016 (tanda terima terlampir) tanpa melalui aplikasi e-procurement Kementerian PU-PR.
    b. Pelelangan ini menggunakan sistem e-procurement melalui aplikasi e-procurement Kementerian PU-PR yang telah meyediakan ruang dan waktu yang cukup sesuai ketentuan yang berlaku dimana ditetapkan masa sanggahnya berakhir pada tanggal 04 Januari 2016 (print screen terlampir).
    c. Memperhatikan point a) dan b) diatas, maka POKJA menyimpulkan bahwa surat ini tidak sesuai dengan prosedur lelang e-procurement dan ketentuan yang berlaku, namun POKJA akan tetap memberikan penjelasan terhadap surat tersebut.

  2. Berdasarkan hasil evaluasi yang tercantum pada Bidding Evaluation Report (BER) tanggal 11 November 2015, pengalaman tertinggi yang disampaikan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk - PT. Yasa Patria Perkasa JO (sebesar 10.653,74 m3/bulan) dinyatakan Gugur Kualifikasi karena tidak memenuhi persyaratan minimum produksi aggregate base sebesar 13.350,00 m3/bulan. Hal tersebut sesuai dengan Section III Evaluation and Qualification Criteria (Without Prequalification) Clausa 4. Experience point 4.2 (b).

  3. a) Sesuai isian kualifikasi Form Exp 4.2 (b) Specific Construction Experience in Key Activities yang dibuat oleh PT. Adhi Karya (Persero) Tbk - PT. Yasa Patria Perkasa JO (terlampir), maka terlihat pengalaman pelaksanaan aggregate base sebesar 18.463,100 m3/bulan pada Proyek Jalan Tol Cikampek – Palimanan (Section 4B) yang terdiri atas:
    Aggregate Base Class A =  10.424,490 m3/bulan
    Aggregate Base Class B  =  8.038,610 m3/bulan
    b) Pada back up data Proyek Jalan Tol Cikampek – Palimanan (Section 4B) yang disampaikan oleh PT. Yasa Patria Perkasa dan hasil klarifikasi kepada PT. KG-NRC tanggal 18 Desember 2015 (terlampir) maka terlihat rincian pengalaman sebagai berikut:
    Subbase =  10.424,490 m3/bulan
    Aggregate Base Class A =  8.038,610 m3/bulan
    Aggregate Base Class B  =  0,000 m3/bulan

    Berdasarkan point a) dan b) diatas maka disimpulkan bahwa pengalaman pelaksanaan Aggregate Base Class A dan Aggregate Base Class B PT. Yasa Patria Perkasa yang memenuhi persyaratan hanya sebesar 8.038,610 m3/bulan dan volume 10.424,490 m3/bulan merupakan volume dari pekerjaan Subbase yang pada dokumen tidak dipersyaratkan.

  4. Memperhatikan isian kualifikasi PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, Form Exp 4.2 (b) Specific Construction Experience in Key Activities dan back up data Proyek Peningkatan Kapasitas Jalan Batas Provinsi NAD – Sp. Pangkalan Susu – Tanjung Pura – Stabat (MC No. 03) (terlampir), maka terdapat pengalaman pelaksanaan aggregate base sebesar 10.653,74 m3/bulan dan ini merupakan pengalaman tertinggi.

  5. Berdasarkan point 2, 3 dan 4 diatas, maka disimpulkan nilai pengalaman plaksanaan aggregate base tertinggi PT. Adhi Karya (Persero) Tbk - PT. Yasa Patria Perkasa JO adalah 10.653,74 m3/bulan, sehingga tidak memenuhi syarat karena lebih kecil dari syarat minimal sebesar 13.350,00 m3/bulan.
Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Kelompok Kerja (POKJA) ULP Sumatera Barat
Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II
Provinsi Sumatera Barat

Nanda Andreina, ST, MM
Ketua



Download: 2016011816580006ltl.pdf
10. 11 Pada tanggal 11 Mei 2015, Dr. M. Fauzi, ST, MT (TPM/Universitas Bengkulu) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Galian pelebaran jalan di Desa Air Kasai, Kecamatan Air Dikit, tidak ditutup atau diberi pagar pengaman.

Pengaduan:
Dipublikasikan di Harian Bengkulu pada 29 April 2015: Galian pelebaran jalan yang berlokasi di depan rumah warga di Desa Air Kasai, Kecamatan Air Dikit, tidak ditutup atau diberi pengaman sehingga menyebabkan seorang anak tergelincir dan tercebur ke dalamnya. Berikut tautan beritanya http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2015/04/29/balita-tenggelam-di-galian-proyek-pelebaran-jalinbar/

Dan pada tanggal 14 Mei 2015, pengaduan ini sudah ditindaklanjuti oleh PPK 01 (Dicky Erlangga, ST, M.Si).

Berita Acara:
PPK 01 sudah memerintahkan kontraktor Paket #04 untuk membuat pagar di pinggir galian agar tidak terjadi kecelakaan lagi. Dan kontraktor sudah melakukan pemagaran tersebut.


11. 04, 11 Pada tanggal 23 Maret 2015, HARDIANSYAH (UNIB) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Paket 04 dan 11 galian pelebaran jalan tanpa dilengkapi rambu dan pagar pengaman.

Pengaduan:
masyarakat disekitar lokasi paket Ipuh-Bantal dan Bantal-Mukomuko terutama pengguna jalan banyak yang mengeluhkan galian pelebaran jalan yang dibiarkan terbuka dalam waktu yang cukup lama tanpa dilengkapi dengan rambu dan pagar pengaman, karena dirasakan sangat berbahaya terutama saat berkendara dimalam hari dan menurut informasi beberapa pengendara sudah pernah terjadi kecelakaan tunggal yaitu terperosoknya kendaraan kedalam lubang galian. mengenai poto lapangan belum dapat kami tampilkan dikarenakan kami belum melakukan kunjungan kelokasi. mengenai informasi ini kami dapatkan di media cetak lokal yang terbit beberapa hari yang lalu. demikian informasi ini semoga bermanfaat. terima kasih


Dan pada tanggal 26 Maret 2015, pengaduan ini sudah ditindaklanjuti oleh PPK 01 (Satker PJN I Bengkulu).

Berita Acara:
PPK 01,  Satker PJN I Bengkulu sudah perintahkan Kontraktor Paket 4 Ipuh – Bantal dan Paket 11 Bantal – Mukomuko untuk memasang pagar pengaman dan rambu peringatan untuk mencegah pengendara motor terperosok ke dalam lubang galian.


12. 02, 03 Pada tanggal 19 Maret 2015, Buyung Fajri (Jejak Media Group) membuat
pengaduan sebagai berikut:

Subyek:
Kontraktor PT. Jaya Konstruksi Menggala Pratama menggunakan material batu kali sebagai Agregat A pada proyek WINRIP Paket 02 Padang Sawah – Simpang Empat dan Paket 03 Manggopoh – Padang Sawah.

Pengaduan:
Kontraktor PT. Jaya Konstruksi Menggala Pratama  menggunakan material batu kali sebagai Agregat A pada proyek WINRIP Paket 02 Padang Sawah – Simpang Empat dan Paket 03 Manggopoh – Padang Sawah. Mohon segera dicek, pak. Terima kasih.

Lampiran:

Dan pada tanggal 23 Maret 2015, pengaduan ini sudah ditindaklanjuti oleh PPK 09, PPK 10, DSC (PPK 09, PPK 10, DSC).

Berita Acara:
Berdasarkan hasil pembahasan dengan Jejak Media Group dan tanggapan dari Konsultan Supervisi serta Sub-Project Manager PPK 09 dan PPK 10 maka disepakati sebagai berikut:
  1. Setelah diklarifikasi bersama-sama dengan pihak Jejak Media Group maka disepakati bahwa di lokasi Sariak (Tugu Ekuator) bukan terjadi segregasi material base, melainkan material base yang baru dituang dari Dump Truck dan belum dihampar dan dipadatkan;
  2. Setelah diklarifikasi bersama-sama dengan pihak Jejak Media Group maka disepakati bahwa Pemeliharaan rutin/menutup lubang yang dilakukan oleh Kontraktor dengan ditutup Agregat Base A, hanya bersifat sementara untuk antisipasi kecelakaan lalu lintas sebelum Team Patching melakukan pemetaan dan pengerukan Kembali dan ditutup dengan Aspal AC Base;
  3. Setelah diklarifikasi bersama-sama dengan pihak Jejak Media Group maka disepakati untuk penyiraman lokasi pekerjaan yang menimbulkan debu, Kontraktor akan rutin melakukan penyiramanan, khususnya untuk lokasi Widening yang sudah ditutup Agregat Base A tapi belum diaspal Ac-Base.


Download: 2015031915420003ltl.pdf
  

<

Copyright © 2013-2018 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Pembangunan Jalan